Menulis judul dan latar belakang penelitian
Nama: Bung Kasno Abubakar
NIM: 18133016
Prodi/semester: PBA1/V
Mata Kuliah: Metodologi Penelitian pendidikan Islam
Dosen: Dra. Adiyana Adam, M.Pd
“Pembinaan Karakter Mahasiswi di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate”
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu ajaran pokok agama Islam yang paling penting adalah pembinaan karakter. Karakter merupakan hal yang sanyat penting dan mendasar. Karakter adalah mustika hidup yang membedakan manusia dengan binatang. Manusia yang tanpa karakter adalah manusia yang tidak mempunyai akal pikiran yang baik. Orang-orang yang berkakter kuat dan baik secara individual maupun social ialah mereka yang memiliki akhlak yang baik.
Akhlak merupakan pondasi dasar sebuah karakter diri. Sehingga pribadi yang berakhlak baik nanti menjadi bagian dari masyarakat yang baik pula. Akhlak dalam Islam juga memiliki nilai yang mutlak karena persepsinya antara akhlak baik dan buruk memiliki nilai yang dapat diterapkan pada kondisi apapun. Tentu saja hal ini sesuai dengan fitrah manusia yang menempatkan akhlak sebagai sifat yang utama. Tanpa akhlak manusia akan kehilangan derajatnya sebagai hamba Allah yang paling terhormat. Firman Allah SWT.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ 4 ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ 5
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ 6
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. (QS. At-Tiin : 4-6).
Allah SWT telah menciptakan manusia sebagai mahkluk yang paling baik diantara mahkluk lainnya, baik secara jasmaniah maupun rohaniah. Ia dapat berdiri tegak, berbicara, berilmu, mengatur lagi bijak. Hal itu disebabkan manusia dibekali dengan akal pikiran dan hati yang dapat berfungsi dengan baik. Tetapi manusia akan menjadi makhlik yang hina dan rendah derajatnya di hadapan Allah SWT apabila ia tidak bersyukur, selalu bermaksiat dan tidak menaati perintah Allah SWT. Tempat kembalinya adalah neraka yang menyengsarakan. Manusia yang akan selamat dari kehinaan adalah orang yang beriman dengan sungguh-sungguh dan membuktikan dengan ibadah dan amal shaleh. Mereka akan mendapatkan pahala yang tidak akan putus-putusnya, yaitu balasan surga dengan segalah kenikmatannya dan kekal di dalamnya.
Seseorang yang mempunyai karakter adalah seseorang yang mempunyai kualitas atau kekuatan mental dan moralm, akhlak atau budi pekerti individu yang merupakan kepribadian yang khusus yangmembedakan dengan individu lainnya. Karakter seseorang yang mulia akan mengangkat status derajat yang tinggi dan mulia bagi dirinya. Kemuliaan seseorang terletak pada karakternya. Karakter begitu penting karena dengan adanya karakter yang baik membuat seseorang tahan dan tabah menghadapi cobaan dan menjalani hidup yang sempurna.
Karakter merupakan suatu perangai (watak, tabiat) yang menetap dalam jiwa seseorang dan merupakan sumber timbulnya perbuatan perbuatan-perbuatan tertentu dari dirinya. Secara mudah dan ringan, tanpa perlu dipikirkan dan direncanakan sebelumnya. Orang yang berakhlak baik , ketika menjumpai orang lain yang memerlukan bantuan maka ia secara spontan akan membantunya tanpa memikirkan resiko, demikian juga orang-orang yang berakhlak buruk secara spontan melakukan kejahatan ketika ada peluang untuk melakukannya.
Persoalan karakter dalam islam sangat penting karena rasulullah Saw pertama kali dalam tugas kerasulannya adalah ingin mengubah akhlak dan perilaku sesuai ajaran Islam yang dibawanya. Sabda nabi Saw:
Yang artinya: Dari Abu Hurairah ra, Ia berkata : Nabi Saw bersabda : “Aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhak manusia”. (HR. Bukhari)
Salah satu tujuan dan tugas Nabi Muhammad Saw membentuk perilaku manusia sesuai dengan ajaran Islam dan mengadakan bimbingan bagi kehidupan mental dan jiwa manusia, Karena sikap mental dan jiwa yang menentukan kehidupan akhir.
Dalam konteks pembinaan karakter dapat dicontohi dari perilaku Nabi Muhammad Saw yang memiliki akhlak yang agung, seperti sifat sabar, toleransi terhadap orang lain, pergaulan yang baik terhadap sesame dan lain-lain.
Di Kampus IAIN Ternate telah terprogram suatu pembinaan karakter yang melalui Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate. Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate merupakan salah satu program Ma’had Al-Jami’ah kepada mahasiswi khususnya mahasiswi yang aktif di Ma’had untuk mengatasi kemerosotan akhlak mahasiswi. Ada 4 program utama yang yang diterapkan dalam program tersebut yaitu: (1) tahsin dan tahfidh Al-qur;an, (2) pembekalan ilmu keislaman, (3) pendidikan bahasa Arab dan bahasa Ingris, (4) pembinaan karakter.
Selama 3 tahun terakhir ini upaya pembinaan karakter terus dilakukan. Berdasarkan observasi dilapangan, terdapat banyak pelanggaran yang terjadi di kalangan mahasiswa selama di Ma’had tersebut, dari masalah pakaian, pencurian, tidak adanya sopan santun, tidak disiplin, dan tidak menjaga kebersihan.
Pakaian muslimah merupakan pakaian yang menutup semua aurat wanita. Di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate semua mahasiswi harus berpakaian muslimah, yaitu bagi setiap mahasiswi yang berada di Ma’had untuk menggunakan jilbabnya hingga bagian dada, tidak boleh memakai rok yang ada belahan di belakang, dan tiadak diizinkan mahasiswi untuk keluar dari Ma’had tanpa memakai kaos kaki tetapi mahasiswi sendirii sebagian besar tidak melaksanakannya.
Mahasiswi yang berada di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate masih ada yang kembali ke Ma’had terlambat, seharusnya peraturan Ma’had paling telat pukul 18:00 tetapi masih ada mahasiswi yang datang setelah magrib. Bahkan sebagiannya lagi ada yang pulang tanpa meminta izin pada Pembina Ma’had. Peraturan di Ma’had jika ada mahasisawi yang datang terlambat atau pulang tanpa meminta izin akan dikenakan hukuman membersihkan asrama, kamar mandi dan menulis surat yasin deangan artinya, tetapi hukuman tersebut tidak efektif.
Problem lainnya adalah pada saat sholat subuh berjama’ah semua mahasiswi harus bangun sebelum adzan shubuh, tetapi masih banyak yang tidak sholat subuh berjama’ah dan sebagainya ada yang masih tidur. Pada hari minggu setiap paginya mahasiswi yang berada di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate semuanya berada di halaman Ma’had untuk menyetor hafalan mufradat (kosakata dalam bahasa Arab) dan vocabulary (kosakata dalam bahasa Inggris) tetapi masih ada mahasiswi yang tidak menyetor hafalan.
Kejadian yang sering terjadi dari tahun 2018 sampai 2020 adalah kehilangan benda dari mahasiswi yang berada di Ma’had baik dari segi sandal, sepatu dan sebagainya, hal inilah yang sampai saat ini belum bisa diatasi oleh Pembina asrama.
Berdasarkan permasalahan di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Pembinaan Karakter Mahasiswi di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate.
Akhlak merupakan pondasi dasar sebuah karakter diri. Sehingga pribadi yang berakhlak baik nanti menjadi bagian dari masyarakat yang baik pula. Akhlak dalam Islam juga memiliki nilai yang mutlak karena persepsinya antara akhlak baik dan buruk memiliki nilai yang dapat diterapkan pada kondisi apapun. Tentu saja hal ini sesuai dengan fitrah manusia yang menempatkan akhlak sebagai sifat yang utama. Tanpa akhlak manusia akan kehilangan derajatnya sebagai hamba Allah yang paling terhormat. Firman Allah SWT.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ 4 ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ 5
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ 6
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. (QS. At-Tiin : 4-6).
Allah SWT telah menciptakan manusia sebagai mahkluk yang paling baik diantara mahkluk lainnya, baik secara jasmaniah maupun rohaniah. Ia dapat berdiri tegak, berbicara, berilmu, mengatur lagi bijak. Hal itu disebabkan manusia dibekali dengan akal pikiran dan hati yang dapat berfungsi dengan baik. Tetapi manusia akan menjadi makhlik yang hina dan rendah derajatnya di hadapan Allah SWT apabila ia tidak bersyukur, selalu bermaksiat dan tidak menaati perintah Allah SWT. Tempat kembalinya adalah neraka yang menyengsarakan. Manusia yang akan selamat dari kehinaan adalah orang yang beriman dengan sungguh-sungguh dan membuktikan dengan ibadah dan amal shaleh. Mereka akan mendapatkan pahala yang tidak akan putus-putusnya, yaitu balasan surga dengan segalah kenikmatannya dan kekal di dalamnya.
Seseorang yang mempunyai karakter adalah seseorang yang mempunyai kualitas atau kekuatan mental dan moralm, akhlak atau budi pekerti individu yang merupakan kepribadian yang khusus yangmembedakan dengan individu lainnya. Karakter seseorang yang mulia akan mengangkat status derajat yang tinggi dan mulia bagi dirinya. Kemuliaan seseorang terletak pada karakternya. Karakter begitu penting karena dengan adanya karakter yang baik membuat seseorang tahan dan tabah menghadapi cobaan dan menjalani hidup yang sempurna.
Karakter merupakan suatu perangai (watak, tabiat) yang menetap dalam jiwa seseorang dan merupakan sumber timbulnya perbuatan perbuatan-perbuatan tertentu dari dirinya. Secara mudah dan ringan, tanpa perlu dipikirkan dan direncanakan sebelumnya. Orang yang berakhlak baik , ketika menjumpai orang lain yang memerlukan bantuan maka ia secara spontan akan membantunya tanpa memikirkan resiko, demikian juga orang-orang yang berakhlak buruk secara spontan melakukan kejahatan ketika ada peluang untuk melakukannya.
Persoalan karakter dalam islam sangat penting karena rasulullah Saw pertama kali dalam tugas kerasulannya adalah ingin mengubah akhlak dan perilaku sesuai ajaran Islam yang dibawanya. Sabda nabi Saw:
Yang artinya: Dari Abu Hurairah ra, Ia berkata : Nabi Saw bersabda : “Aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhak manusia”. (HR. Bukhari)
Salah satu tujuan dan tugas Nabi Muhammad Saw membentuk perilaku manusia sesuai dengan ajaran Islam dan mengadakan bimbingan bagi kehidupan mental dan jiwa manusia, Karena sikap mental dan jiwa yang menentukan kehidupan akhir.
Dalam konteks pembinaan karakter dapat dicontohi dari perilaku Nabi Muhammad Saw yang memiliki akhlak yang agung, seperti sifat sabar, toleransi terhadap orang lain, pergaulan yang baik terhadap sesame dan lain-lain.
Di Kampus IAIN Ternate telah terprogram suatu pembinaan karakter yang melalui Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate. Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate merupakan salah satu program Ma’had Al-Jami’ah kepada mahasiswi khususnya mahasiswi yang aktif di Ma’had untuk mengatasi kemerosotan akhlak mahasiswi. Ada 4 program utama yang yang diterapkan dalam program tersebut yaitu: (1) tahsin dan tahfidh Al-qur;an, (2) pembekalan ilmu keislaman, (3) pendidikan bahasa Arab dan bahasa Ingris, (4) pembinaan karakter.
Selama 3 tahun terakhir ini upaya pembinaan karakter terus dilakukan. Berdasarkan observasi dilapangan, terdapat banyak pelanggaran yang terjadi di kalangan mahasiswa selama di Ma’had tersebut, dari masalah pakaian, pencurian, tidak adanya sopan santun, tidak disiplin, dan tidak menjaga kebersihan.
Pakaian muslimah merupakan pakaian yang menutup semua aurat wanita. Di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate semua mahasiswi harus berpakaian muslimah, yaitu bagi setiap mahasiswi yang berada di Ma’had untuk menggunakan jilbabnya hingga bagian dada, tidak boleh memakai rok yang ada belahan di belakang, dan tiadak diizinkan mahasiswi untuk keluar dari Ma’had tanpa memakai kaos kaki tetapi mahasiswi sendirii sebagian besar tidak melaksanakannya.
Mahasiswi yang berada di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate masih ada yang kembali ke Ma’had terlambat, seharusnya peraturan Ma’had paling telat pukul 18:00 tetapi masih ada mahasiswi yang datang setelah magrib. Bahkan sebagiannya lagi ada yang pulang tanpa meminta izin pada Pembina Ma’had. Peraturan di Ma’had jika ada mahasisawi yang datang terlambat atau pulang tanpa meminta izin akan dikenakan hukuman membersihkan asrama, kamar mandi dan menulis surat yasin deangan artinya, tetapi hukuman tersebut tidak efektif.
Problem lainnya adalah pada saat sholat subuh berjama’ah semua mahasiswi harus bangun sebelum adzan shubuh, tetapi masih banyak yang tidak sholat subuh berjama’ah dan sebagainya ada yang masih tidur. Pada hari minggu setiap paginya mahasiswi yang berada di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate semuanya berada di halaman Ma’had untuk menyetor hafalan mufradat (kosakata dalam bahasa Arab) dan vocabulary (kosakata dalam bahasa Inggris) tetapi masih ada mahasiswi yang tidak menyetor hafalan.
Kejadian yang sering terjadi dari tahun 2018 sampai 2020 adalah kehilangan benda dari mahasiswi yang berada di Ma’had baik dari segi sandal, sepatu dan sebagainya, hal inilah yang sampai saat ini belum bisa diatasi oleh Pembina asrama.
Berdasarkan permasalahan di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Pembinaan Karakter Mahasiswi di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate.
Komentar
Posting Komentar